jurnalistika.id – Baru-baru ini, muncul trending kata di media sosial “Kebaya Merah”. Kata tersebut tampaknya berasal dari rekaman video porno yang viral. Dalam rekaman video porno yang tersebar di jejaring media sosial itu, pemeran perempuan mengenakan kebaya berwarna merah.
Polisi telah mengidentifikasi lokasi pembuatan video mesum Kebaya Merah di salah satu hotel di kawasan Gubeng, Surabaya.
Kabar terbaru, polisi juga telah menangkap kedua pemeran video tersebut. “Iya benar.” Demikian Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Farman membenarkan kabar penangkapan itu, seperti dikutip Antara Jatim, Senin.
Farman melanjutkan, keduanya masing-masing adalah pemeran laki-laki dan perempuan. Mereka, kata dia, pihaknya tangkap di Surabaya, hari Minggu (6/11) kemarin.
“Kami amankan keduanya, Minggu kemarin,” ucapnya.
Meski begitu, Farman tidak menjelaskan lebih detil perihal penangkapan tersebut.
Sebelumnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembuatan video porno “kebaya merah” di Surabaya.
Sebuah kamar di hotel kawasan Gubeng, Surabaya pun telah teridentifikasi sebagai tempat pembuatan video mesum tersebut.
Kapolrestabes Surabaya melalui Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchammad Fakih menjelaskan, petugas telah mencocokkan tempat atau kamar seperti yang ada di dalam video.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengidentifikasi backdrop kasur. Di setiap lantai hanya dipasang 1 kamar yang ada wallpaper sesuai video yang tersebar.
“Kini Polrestabes Surabaya bersama Jajaran Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi terkait Kebenaran Video Asusila Wanita Berkebaya merah tersebut,” ujar Kompol Fakih, Minggu (6/11).
Dia menjelaskan, terkait pemeran video yang awalnya disangka pegawai hotel, pihak hotel memastikan jika itu tidak benar. Sebab, pegawai terapis yang ada di hotel itu tidak ada yang menggunakan pakaian kebaya.
Selain TKP, kata dia, pihaknya juga telah mengidentifikasi waktu pembuatan video porno itu. Dari keterangan pihak hotel, video tersebut dibuat di kamar nomor 1710 dan pembuatan video diduga terjadi sebelum bulan Juli 2022.
Baca berita lainnya di Google News, klik di sini.
