Jurnalistika

Di Balik Bahayanya, Ini 3 Manfaat Nuklir di Bidang Kesehatan

  • Anissa Purwa

    25 Jun 2022, 08:21 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi pemanfaatan teknologi nuklir di dunia medis (foto: National Cancer Institute on Unsplash)

jurnalistika.id – Saat mendengar kata “nuklir”, banyak orang seketika menghubungkannya dengan bom, senjata, dan alat berbahaya semacamnya. Padahal, pada kenyataannya nuklir kini banyak manusia manfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya bagi dunia kesehatan sebagai cabang ilmu kedokteran nuklir.

Pemanfaatan teknologi nuklir pada dunia kesehatan menjadikan proses diagnosis penyakit pasien lebih akurat dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Tak hanya itu, melalui cabang ilmu kedokteran nuklir, tenaga medis jadi lebih mudah untuk mengetahui kondisi organ pasien dengan akurat.

Lalu apa saja manfaat nuklir di bidang kesehatan?

Berikut manfaat nuklir di dunia kesehatan yang perlu kamu ketahui, simak baik-baik ya!

1. Dalam Proses Diagnosis Penyakit

Menentukan diagnosis suatu penyakit di tubuh pasien umumnya dilakukan dengan melihat perubahan biokimia fisiologik yang terjadi di dalam sel atau jaringan.

Sementara dengan menerapkan nuklir, teknik yang dilakukan adalah dengan memasukkan obat radioaktif ke dalam tubuh pasien. Misalnya ke darah atau urine sang pasien.

Kelebihan lain dari teknik pemanfaatan nuklir tersebut adalah tidak akan menyebabkan rasa yang tidak nyaman di tubuh pasien.

Jenis penyakit yang dapat diketahui menggunakan teknologi ini yaitu penyakit kelenjar gondok, jantung coroner, serta penyakit yang berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal. Wah keren ya!

2. Mendiagnosis penyakit kanker dan penyebarannya

Masih dalam dunia per diagnosis an nih, teknologi nuklir juga bermanfaat dalam proses penyembuhan penyakit kanker, baik untuk mendiagnosis gejala awalnya (bahkan sebelum muncul gejala), sampai penyebarannya di tubuh manusia.

Proses diagnosis ini bisa dilakukan dengan memanfatakan 3d-Crt atau biasanya dikenal dengan terapi radiasi, atau dengan memasukan obat radioaktif. Karenanya, para tenaga medis dapat menentukan langkah yang tepat untuk pengobatan pasien selanjutnya.

3. Sterilisasi Alat Kedokteran

Sterilisasi merupakan hal yang mutlak untuk alat mau pun bahan kedokteran. Namu demikian, banyak di antara alat dan bahan kedokteran itu yang tidak tahan panas, sehingga tidak bisa disterilkan dengan uap air panas atau dipanaskan.

Demikian pula sterilisasi dengan gas etilen oksida atau bahan kimia lain dapat menimbulkan residu yang membahayakan kesehatan.

Karena itu, satu-satunya jalan adalah sterilisasi dengan radiasi, dengan sinar gamma dan Co-60 yang dapat memberikan hasil yang memuaskan. Sterilisasi dengan cara tersebut sangat efektif, bersih dan praktis, serta biayanya sangat murah.

Selain itu, untuk transplantasi jaringan biologi seperti tulang dan urat, serta amnion chorion untuk luka bakar, juga disterilkan dengan radiasi.

)*Anissa Purwaningsih (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini

manfaat nuklir di bidang kesehatan

nuklir

nuklir di bidang kedokteran


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami